Kegiatan 'Trail of Civilization' 2008 Tanamkan Pesan Moral dari Kesepakatan Deklarasi Borobudur

Pesan moral dari kesepakatan Deklarasi Borobudur  akan mewarnai dalam kegiatan  "Jejak-jejak Peradaban"  (Trail of Civilization ) yang akan digelar pada 24-28 Juli 2008 mendatang di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.  Enam menteri pariwisata dari enam negara sebagai deklarator (Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Indonesia)  akan hadir dalam acara itu.

Acara yang menurut rencana akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut,   disemarakkan dengan berbagai atraksi budaya dari enam negara dalam pentas seni dan parade serta pagelaran The Journey of Budha.   Sekitar 3.000 undangan termasuk para duta besar negara sahabat, menteri dari enam negara deklarator, serta para tokoh agama di antaranya Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia ( Walubi) Hartati Murdaya. Ketua Walubi akan memberi sambutan dalam pembukaan tersebut.

Dalam Deklarasi Borobudur yang disepakati  enam negara sepakat untuk memperkuat kerjasama dalam melestarikan warisan peradaban dan membangun koridor peradaban demi menjaga perdamaian dan persahabatan antar bangsa. Keenam negara sepakat merevitalisasi warisan budaya fisik dan nonfisik (kasatmata), dan mempromosikan nilai-nilai peradaban itu melalui pelestarian wisata budaya.

Sebelumnya Menbudpar Jero Wacik menyatakan,  warisan peradaban tersebut akan diangkat ke permukaan agar dunia mengetahui bahwa keenam negara anggota ASEAN ini memiliki jejak-jejak peradaban yang relatif sama dan perlu dikunjungi wisatawan regional maupun dunia." Kita terus tingkatkan kerjasama melalui promosi bersama," katanya.

Enam negara sebagai deklarator tersebut mempunyai  objek-objek peninggalan sejarah dan kebudayaan Buddha yang menyerupai Borobudur, seperti  Luang Prabang (Laos), Angkor Watt (Kamboja), Ayuthaya (Thailand), Kwe, dan Bagan (Myanmar), dan Ocoe (Vietnam). (Pusformas)