Depbudpar Gelar Festival Indonesia di London
Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) bekerjasama dengan Kedubes RI London akan
menggelar Festival Indonesia di kota London,
Inggris pada 16-17 April 2009. Festival Indonesia yang akan berlangsung di dua lokasi pusat
kota London itu mengagendakan
tiga acara utama antara lain pegelaran kesenian (cultural performance), pertemuan bisnis (business meeting), serta
acara Malam Indonesia
(Indonesia Night).
Dalam
pegelaran kesenian (cultural performance)
yang melibatkan sekitar 20 seniman dari tanah air ini dipertunjukan seni
tari dari sejumlah daerah serta musik
tradisional Gondang Batak dari Tapanuli dan Sampek dari Kalimantan Timur. Cultural performance akan digelar pada
hari pertama (15/4) di Horniman Museum, London dan dihadiri para undangan dari kalangan
pejabat Pemerintah Inggris, korps diplomatik, pengusaha, masyarakat kota London,
dan media cetak-eletronik.
Sementara
dua acara utama lainnya yakni pertemuan bisnis (business meeting) dan Malam Indonesia (Indonesia Night) akan digelar pada hari kedua (16/4) di Westminster
Central Hall London. Sekitar 200 undangan dari kalangan pelaku bisnis dan
asosiasi bisnis termasuk industri pariwisata Inggris diharapkan hadir dalam business meeting tersebut. Seusai business meeting acara kemudian dilanjutkan
dengan Indonesia Night dengan pertunjukan
pegelaran kesenian, fashion show dan gala dinner yang menyajikan makanan (kuliner)
khas Indonesia.
Dalam
acara business meeting Dirjen
Pemasaran Depbudpar DR. Sapta Nirwandar bersama Duta Besar RI Berkuasa Penuh untuk
Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Yuri Octavian Thamrin akan menyampaikan
paparan seputar peluang bisnis, potensi dan daya tarik pariwisata, serta
program Visit Indonesia Year 2009. Dirjen
Pemasaran DR. Sapta Nirwandar mengatakan, Festival Indonesia yang digelar di London merupakan soft
power dalam mendekatkan hubungan ekonomi bilateral melalui kegiatan
kesenian yang sekaligus untuk menarik kunjungan wisatawan Inggris ke Indonesia.
Pegelaran kesenian (cultural
performance) di Horniman Museum
akan banyak dikunjungi masyarakat London dan menjadi soft
power dalam menarik minat mereka berkunjung ke Indonesia, katanya.
Kunjungan
wisman Inggris ke Indonesia
menunjukkan tren meningkat. Tahun 2008 sebesar 158.388 wisman atau tumbuh
22,92% dibandikan tahun 2007 sebesar 128.853 wisman. Kunjungan wisman Inggris ke Indonesia ini sebagian besar
melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Bali masing-masing sebesar 49.278 dan 82.711
wisman. Inggris merupakan salah satu pasar utama bagi pariwisata Indonesia
untuk kawasan Eropa. (Pusformas)
|