10 Performer Tampil di IPAM 2009 di Surakarta

Bursa seni pertunjukan Indonesia Performing Arts Mart (IPAM) kembali akan digelar di Surakarta, Jawa Tengah pada 3-7 Juni 2009. Sebanyak 10 grup seni pertunjukan (performer) utama dari Sumatera, Jawa, dan Sulawesi akan tampil dan bertemu dengan para presenter(buyers/impresario) dari mancanegara.

Kegiatan IPAM 2009 yang difasilitasi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) bekerjasa sama dengan Pemprov Jateng, Pemkot Solo, dan ISI Surakarta ini merupakan yang kelima kalinya. IPAM pertama digelar di Nusa Dua Bali tahun 2003 dijadikan sebagai forum internasional dengan tujuan membuka kesempatan bagi performer (seller) dari tanah air untuk meraih peluang dalam mengembangkan seni pertunjukan yang bersumber dari kekayaan warisan budaya Indonesia.

Menbudpar Ir.Jero Wacik, SE menyatakan, IPAM merupakan bentuk dari kegiatan industri kreatif yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran dan promosi seni dan budaya tradisional Indonesia di forum internasional. Seni pertunjukan sebagai industri kreatif ini kita harapkan mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui semangat kreativitas dan indentitas bangsa Indonesia, kata Menbudpar Jero Wacik dalam jumpa pers di gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (28/5).

IPAM 2009, kata Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film (NBSF) Depbudpar Tjetjep Suparman, merupakan bagian dari kegiatan dalam rangka mensukseskan Tahun Indonesia Kreatif 2009 seperti yang diamanatkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa ekonomi kreatif adalah keunggulan Indonesia, terutama ekonomi yang menggunakan nilai budaya, warisan dan nilai-nilai lokal, untuk itu semua di bidang ekonomi kreatif yang telah dirintis perlu dilanjutkan dengan pengembangan dan pemasarannya dengan tujuan mensukseskan Tahun Indonesia Kreatif 2009.

Dalam acara pembukaan IPAM 2009 nanti akan ditampilkan 9 grup performer fringe dari Sumatera (2 grup), Sulawesi (1 grup), dan Jawa (6 grup), serta tiga grup peserta eksibisi dari Maluku, Jawa Timur dan Belgia. Sementara itu untuk mensukseskan arts mart ini pihak panitia IPAM 2009 mengundang presenter (buyers) dunia dari Australia (The Arts Center Melbourne, Brisbane Power House, Asialink Arts Management Resident Indonesia/Australia), Belgia (Transat Line, Belgium) Finland (Folk Ensemble Rimpparemmi), Perancis (Compagne Cultures & Performances), Jerman (House of World Cultures), Jepang (Studio Pelan " Pelan, Japan Gamelan Music Association, Tokyo Performing Arts Market, The Japan Foundation Jakarta Office), Singapura (The Esplanade Co. Ltd., National Arts Council Singapore), Slovakia (Slyk) Togo (Ministry of Culture, Lome City), dan Inggris (Black Artists Alliance, NFA International Arts and Culture, Royal Holloway, University of London). (Pusformas)