Indonesia Merayakan Hari Musik Indonesia
Setiap generasi dalam perjalanan sebuah bangsa selalu menetaskan sosok-sosok penting dalam dunia seni, terutama seni musik. Indonesia sungguh beruntung memiliki begitu banyak profil seniman musik, baik itu penyanyi, pencipta lagu, maupun penata musik yang muncul dari generasi ke generasi, membawa warna dan angin segar dalam perkembangan dan pembangunan karakter bangsa Indonesia seutuhnya. Kekayaan bangsa tidak terbatas pada unsur panorama alam dari hutan hingga lautan, atau unsur khasanah budaya dari cara hidup hingga peninggalan sejarah. Di samping semua itu, manusia yang menjadi agen perubahan, agen pembangunan, pun menjadi sebuah kekayaan bangsa. Manusia yang berseni, berbudaya, dan berdedikasi dalam pembangunan kebudayaan bangsa, adalah kekayaan yang sepatutnya diapresiasi oleh bangsanya. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang memiliki visi ke depan dalam pembentukan jati diri bangsa, persatuan dan kesatuan seluruh komponen masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika, serta menciptakan kesejahteraan dan persahabatan antar bangsa, berkomitmen penuh untuk meneruskan jejak langkah positif yang sudah dirintis dengan baik, salah satunya adalah memperingati Hari Musik Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 9 Maret, sebagai hari kelahiran salah satu kekayaan bangsa, Wage Rudolf Soepratman. Sebagai inisiatif untuk mensosialisasikan Hari Musik Indonesia, maka bulan Maret dicanangkan sebagai Bulan Musik Indonesia. Selain memperingati musik sebagai salah satu pembentuk karakter dan jati diri bangsa, Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), didukung oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar ajang yang menjadi momentum pengkajian tentang kinerja dan peran musik Indonesia dalam pembangunan nasional yang disebut Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI). Dalam ajang ini, profil seniman musik yang telah dianggap sebagai tokon musik nasional diberikan anugerah sebagai lambang apresiasi serta dorongan bagi generasi baru untuk mengambil contoh dan inspirasi akan inovasi yang telah diciptakannya. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata memberikan anugerah ini berturut-turut setiap tahun dari 2004 hingga 2006. Pada tahun 2006 beberapa tokoh yang telah dinilai patut mendapatkan anugerah Nugraha Bhakti Musik Indonesia ialah (Alm.) Daeng Sutigna, Waljinah, (Alm.) Pranadjaya, (Alm.) Pak Kasur, dan Buby Chen. Pada tahun 2005, NBMI diberikan kepada (Alm.) Harry Rusli, A. Malik BZ., DR.Ir. H. Agusli Taher M.S., Pdt. Christiani I. Tamaela M.TH.CM., (Alm.) Pupuk Sorobe, (Alm.) Nelwan Katuuk, (Alm.) Buya Hans, H. Korie Ali, (Alm.) Ki Narto Sabdo, dan (Alm.) Gombloh. Sedangkan pada tahun 2004, NBMI dianugerahkan kepada (Alm.) KRT Tjokro Ronggowarsito, (Alm.) Said Effendy, Sukohardjana, (Alm.) Amir Pasaribu, dan (Alm.) Ibu Sud.
|