Jl. Sabang Ditata Jadi Lokasi Wisata Belanja

Pemprov DKI memulai proyek penataan Jalan Agus Salim atau lebih dikenal dengan Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat. Di jalan sepanjang 400 meter itu kini tengah ada pekerjaan fisik dengan memperbaiki jalur pedestrian dan lahan parkir tepi jalan. Rencananya, tahun 2007 Sabang akan dijadikan kawasan wisata belanja.

"Fisiknya sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Baru nanti setelah itu selesai, kita lanjutkan dengan pembangunan di Jalan Bon untuk lokasi pedagang," ujar Walikota Jakarta Pusat Muhayat saat dihubungi Warta Kota, Senin (13/11).

Penataan kawasan Sabang, menurut Muhayat, tak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis akan tetapi juga estetika. Pasalnya, selama ini kawasan itu dipenuhi pedagang kaki lima dan pengaturan parkir yang kurang baik. Akibatnya, kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu kerap terjadi. "Kita ingin menata kawasan itu sebagai kawasan wisata jalan kaki. Bersama dengan Jalan Jaksa, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Wahid Hasyim," ujar Muhayat.
Untuk itu, proyek tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), Dinas Pariwisata, Badan Pengelola Perparkiran, dan Dinas PU DKI.

Tahap awal penataan Jalan Sabang mulai terlihat sejak pekan lalu. Para pekerja mulai membongkar paving blok untuk membuat trotoar baru. Rencananya, jalur pedestrian Jalan Sabang selebar 2,2 meter akan dibuat landai dan nyaman untuk dilalui pejalan kaki, mirip seperti yang kini ada di Jalan Kebon Sirih, MH Thamrin, dan Jenderal Sudirman. Lahan parkirnya juga akan diberi ketinggian tertentu untuk membedakannya dari badan jalan.

Kepala Sub Dinas Jalan Dinas PU DKI Yusmada mengatakan, pihaknya menargetkan akhir Desember ini sebagai tenggat waktu penyelesaian pekerjaan berbiaya Rp 900 juta tersebut. "Kita kebut siang malem deh," ujar Yusmana.

Selanjutnya, giliran Dinas KUKM DKI yang berperan untuk menata pedagang kaki lima yang jumlahnya lebih dari seratus orang itu. Rencananya, para pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Sabang dan Jalan Kampung Lima atau disebut juga Jalan Bon (sepenggal jalan yang menghubungkan Jalan Sabang dan Jalan MH Thamrin-Red) akan ditempatkan di satu lokasi penampungan yang dibangun di atas Jalan Bon.

"Kita akan bangun semacam jembatan di atas jalan itu. Kita buat tempat yang enak untuk pedagang dan pengunjung. Sehingga jalan yang selama ini buntu karena dipadati pedagang jadi bisa dimanfaatkan untuk pedestrian yang nyaman," ujar Kepala Dinas KUKM DKI Syukri Bey.

Para pedagang di tempat itu akan dibagi menjadi dua shift untuk memberi kesempatan kepada seluruh pedagang yang saat ini ada di kawasan tersebut. Shift pertama siang dimulai pukul 07.00-17.00 dan shift kedua berlangsung 17.00- 02.00. "Ini seperti konsep penataan kaki lima di kawasan Blok S. Kalau Anda lihat pedagang di sana berbeda pada siang dan malam hari kan? Nah, di Sabang juga nanti begitu," ujar Syukri.

Diakuinya, konsep ini belum disosialisasikan kepada kalangan pedagang di kawasan Sabang. Akan tetapi, akan segera dilaksanakan begitu konsep itu mendapat persetujuan pengalokasian anggaran dari DPRD DKI.

Menurut data Dinas KUKM DKI, saat ini ada 267 lokasi binaan bagi pedagang kaki lima yang dikelola pemprov. Lokasi itu menampung sekitar 14.000 dari total 95.000 lebih pedagang kaki lima di seluruh Ibu Kota. (dra)


Sumber: www.kompas.com